ACS Smart farming, bright the future of farming
Teknik Budidaya Paria
Syarat Tumbuh
Agar paria tumbuh optimal, kondisi lingkungan perlu diperhatikan:
Ketinggian Tempat: Cocok ditanam di dataran rendah hingga 700 m dpl.
Suhu Ideal: Sekitar 25–30°C.
Curah Hujan: Ideal antara 1.000–2.000 mm per tahun.
Jenis Tanah: Tanah gembur, subur, dan kaya bahan organik dengan pH 6–6,5.
Cahaya Matahari: Butuh penyinaran penuh (tidak cocok di tempat teduh).
Momordica charantia L
Persiapan Lahan
Langkah awal yang penting untuk menentukan keberhasilan budidaya:
Pembersihan Lahan: Bersihkan lahan dari gulma, batu, dan sisa tanaman sebelumnya.
Pengolahan Tanah:
Cangkul atau bajak tanah sedalam 30–40 cm agar gembur.
Diamkan tanah selama 5–7 hari untuk aerasi.
Pembuatan Bedengan:
Lebar bedengan: 100–120 cm, tinggi 30 cm.
Jarak antarbedengan: 50–60 cm.
Pemupukan Dasar: Campurkan pupuk kandang atau kompos sebanyak 15–20 ton per hektar.
Pemasangan Ajir / Lanjaran: Karena paria tanaman merambat, pasang ajir setinggi 1,5–2 meter sejak awal agar tanaman bisa tumbuh tegak dan mudah dirawat.


Persiapan Benih
Pemilihan Benih: Pilih benih unggul yang sehat, berwarna cokelat tua, dan tidak cacat.
Penyemaian:
Gunakan media semai dari campuran tanah + kompos (1:1).
Tanam benih sedalam 2–3 cm, tutup tipis dengan tanah, dan siram secukupnya.
Bibit siap dipindah ke lahan setelah berumur 10–14 hari atau memiliki 2–3 helai daun sejati.


Penanaman
Jarak Tanam:
Pola tanam 1 baris per bedengan dengan jarak 60–80 cm antar tanaman.
Lubang Tanam:
Buat lubang sedalam 5–7 cm, beri sedikit pupuk kandang matang, lalu tanam bibit.
Waktu Tanam:
Ideal dilakukan pada awal musim hujan atau di musim kemarau dengan sistem irigasi.
Penanaman:
Tanam bibit bersama sedikit media semainya agar akar tidak rusak.
Pemeliharaan Tanaman
a. Penyiraman
Lakukan penyiraman setiap hari pada pagi atau sore hari, terutama di awal pertumbuhan.
Setelah tanaman kuat, cukup disiram 2–3 kali seminggu, tergantung kondisi tanah.
b. Pemupukan Susulan
Untuk mendukung pertumbuhan daun, bunga, dan buah:
Umur 2 minggu setelah tanam: Beri pupuk NPK 16:16:16 atau campuran urea + TSP + KCl (2:1:1).
Umur 1 bulan ke atas: Tambahkan pupuk cair organik atau NPK dengan dosis ringan tiap 10–15 hari.
Pemupukan dilakukan di sekitar pangkal batang dengan jarak ±10 cm.
c. Penyiangan dan Pembumbunan
Lakukan penyiangan setiap 2–3 minggu untuk menekan gulma.
Timbun pangkal batang dengan tanah agar tanaman tidak mudah roboh.
d. Perambatan dan Pemangkasan
Bimbing batang utama ke ajir/lajur tali.
Lakukan pemangkasan pucuk setelah tanaman mencapai panjang ±1,5 meter agar tumbuh cabang produktif.
e. Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama umum: kutu daun, ulat daun, lalat buah.
Penyakit umum: embun tepung dan busuk buah.
Gunakan pestisida nabati (ekstrak daun mimba, bawang putih, atau serai) atau pestisida kimia sesuai dosis bila serangan berat.
Pembuahan dan Panen
Waktu Berbunga: Biasanya mulai 3–4 minggu setelah tanam.
Pembuahan: Paria membutuhkan penyerbukan, bisa dilakukan secara alami oleh serangga atau dibantu manual jika perlu.
Panen Pertama: Umumnya dilakukan 55–70 hari setelah tanam tergantung varietas.
Ciri Paria Siap Panen:
Buah berwarna hijau muda hingga hijau tua, permukaan kasar, dan ukuran sudah maksimal tapi belum terlalu tua.
Cara Panen:
Petik buah beserta tangkainya dengan hati-hati agar tidak merusak tanaman.
Lakukan panen setiap 2–3 hari sekali karena paria cepat tumbuh kembali.
Pasca Panen dan Penyimpanan
Waktu Berbunga: Biasanya mulai 3–4 minggu setelah tanam.
Pembuahan: Paria membutuhkan penyerbukan, bisa dilakukan secara alami oleh serangga atau dibantu manual jika perlu.
Panen Pertama: Umumnya dilakukan 55–70 hari setelah tanam tergantung varietas.
Ciri Paria Siap Panen:
Buah berwarna hijau muda hingga hijau tua, permukaan kasar, dan ukuran sudah maksimal tapi belum terlalu tua.
Cara Panen:
Petik buah beserta tangkainya dengan hati-hati agar tidak merusak tanaman.
Lakukan panen setiap 2–3 hari sekali karena paria cepat tumbuh kembali.